Kupas Tuntas Pajak Edisi Bulan Mei

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Pajak motor adalah pajak daerah yang dibayarkan melalui kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Pasal 1 angka 12 UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah pajak atas kepemilikan dan penguasaan kendaraan bermotor. PKB merupakan sebuah kewenangan daerah, dasar hukum pengenaan PKB disesuaikan dengan masing-masing perda. Seperti halnya di DKI Jakarta, PKB didasarkan kepada Peraturan Daerah No 2 Tahun 2015 tentang perubahan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor. Besar pajak kendaraan bermotor ditentukan oleh beberapa faktor berikut :
  • Jenis motor
  • Merek motor
  • Tipe motor
  • Tahun pembuatan
  • Kapasitas mesin
  • Fungsi kendaraan (Angkutan umum, pribadi, dll)
  • Tanggal jatuh tempo pembayaran pajak
Dari beberapa faktor tersebut, rumus perhitungannya mengikuti poin-poin berikut ini.
  • Pajak kepemilikan motor pertama tarifnya adalah sebesar 2% dari harga jual.
  • Jika memiliki motor lain, maka dikenakan tarif progresif atau tarif pertambahan sebesar 2,5% atas motor kedua, dan seterusnya mengikuti kelipatan 0,5% atas motor ketiga dan seterusnya.
  • Tarif PKB kepemilikan badan/lembaga sebesar 2%.
  • Tarif PKB kepemilikan TNI/Polri, pemerintah pusat, dan daerah sebesar 0,50%.
  • Angkutan ambulan dan pemadam kebakaran sebesar 0,50%
Jenis-Jenis Pajak kendaraan bermotor
  • Pajak Tahunan → jenis pajak rutin yang wajib dibayarkan setiap tahunnya. Pajak ini sama seperti Pajak Penghasilan (PPh) yang juga harus dibayarkan secara rutin. Untuk cara pembayaran dapat dilakukan secara offline maupun online/aplikasi.
 

Offline

Online/Aplikasi
  1. Datang ke kantor Samsat dengan membawa dokumen yang menjadi persyaratan membayar pajak
  2. Mengisi formulir yang disediakan.
  3. Menyerahkan formulir beserta dokumen persyaratan (BPKB Asli dan KTP asli).
  4. Kemudian membayar pajak motor sesuai dengan tarif yang ditentukan.
  5. Jika Anda terlambat membayar pajak, harus membayar denda terlebih dahulu.
  6. Simpan resi/bukti pembayaran tersebut untuk ditunjukkan saat mengambil STNK.
  7. Periksa identitas dan data STNK.
  1. Unduh aplikasi Samsat Online Nasional melalui Google Play Store/App Store.
  2. Sebelum melakukan transaksi, wajib mendaftarkan terlebih dahulu. Isi data nomor polisi, NIK, dan 5 digit nomor rangka terakhir yang kamu miliki.
  3. Selesai mengisi data formulir dan mengakhirinya, akan mendapat kode pembayaran yang berlaku selama 2 jam.
  4. Setelah itu, lakukan pembayaran melalui bank atau modern channel yang terdapat biaya administrasi perbankan sebesar Rp 5.000
  5. Kemudian, mendapatkan tanda bukti pelunasan pembayaran secara elektronik melalui menu E-TBPKB. Selain itu, menu E-Pengesahan STNK juga menampilkan pengesahan STNK secara elektronik yang berlaku selama 1 bulan
  6. Setelah itu, pemohon wajib pajak akan mendapatkan TBPKB/SKPD dan stiker pengesahan STNK yang dikirim melalui ekspedisi ke Salamat sesuai dengan yang tertera pada STNK.

Cara Menghitung Pajak kendaraan Bermotor

PKB → salah satu jenis pajak yang dananya masuk ke pemerintah daerah. Besarnya PKB variatif setiap daerah terlebih lagi dengan pemberlakukan pajak progresif. BBN-KB→ Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) besarnya adalah sekitar 10% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Dibayar ketika motor pertama kali terdaftar (motor baru) dan ketika motor mengalami pergantian kepemilikan.
SWDKLLJ → Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) adalah iuran asuransi wajib yang dikelola oleh PT Jasa Raharja. Besaran SWDKLLJ untuk kendaraan bermotor roda empat adalah Rp143.000 Penerbitan STNK → Biaya ini tidak dibayar setiap tahun. Hanya saat motor pertama kali didaftarkan (motor baru) dan ketika bayar pajak lima tahunan.
Penerbitan TNKB → Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) adalah istilah resmi untuk plat nomor. Biaya ini hanya muncul pada saat pertama kali motor didaftarkan, pendaftaran ulang lima tahunan, dan ketika motor berganti kepemilikan  

Perhitungan Pajak Motor Tahunan

Untuk awal pembelian/tahun pertama  (biaya administrasi TNKB + BBN KB + pengesahan sekaligus penerbitan STNK + PKB + SWDKLLJ.) Untuk pajak motor tahun selanjutnya (PKB + SWDKLLJ + biaya administrasi)

Perhitungan Pajak Motor 5 Tahunan

PKB + SWDKLLJ + TNKB + terbit STNK + biaya administrasi

Perhitungan Denda Pajak

Apabila terlambat membayar PKB, akan dikenakan denda, besaran denda keterlambatan adalah 25% per bulan. Sementara jika keterlambatan lebih dari satu tahun, maka pokok pajak dikalikan dengan berapa bulan keterlambatannya dengan denda maksimal hingga 48%. Diberikan dispensasi atau keringanan jika terlambat maksimal 1 hari sehingga tidak dikenai denda sama sekali.
  • Pajak Lima Tahunan → jenis pajak rutin yang wajib dibayarkan setiap lima tahun sekali. Tidak hanya harus membayar pajak saja, ada pergantian plat nomor kendaraan serta STNK juga. Dalam pengurusan Pajak Kendaraan Bermotor Lima Tahunan, harus datang ke kantor Samsat untuk melakukan pembayaran.
Syarat dalam cara membayar pajak motor 5 tahunan yaitu:
  • KTP asli pemilik kendaraan beserta fotokopinya
  • BPKB asli dan fotokopinya
  • STNK asli beserta fotokopinya
  • Sepeda motor
  • Formulir perpanjangan STNK
            Cara membayar pajak 5 tahunan
  • Bawa motor ke tempat cek fisik untuk dicek oleh petugas. Setelah selesai, akan mendapatkan hasil pengecekan.
  • Selanjutnya, menyerahkan formulir perpanjangan STNK beserta persyaratan yang telah dipersiapkan dan hasil cek fisik sebelumnya. Tunggu arahan petugas.
  • Selesai melewati tahap legalisasi, pergi menuju loket perpanjangan STNK, dan ambil nomor antrian.
  • Bayar pajak sesuai dengan biaya yang telah ditentukan.
  • Setelah melakukan pembayaran pajak, menunggu proses pencetakan STNK baru.
  • Menunggu untuk mendapatkan plat nomor baru.