Perpanjangan insentif pajak hingga akhir tahun

Kupas Tuntas Pajak edisi Bulan Juli 

Insentif pajak mengacu pada upaya yang dilakukan suatu negara untuk menarik investor alam rangka mendorong aktivitas ekonomi.

Dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemic covid-19 ini, Pemerintah memperpanjang lima insentif pajak hingga akhir tahun 2021. Semula, insentif ini berakhir pada bulan Juni sesuai dengan PMK Nomor 9/PMK.03/2021

  1. Tiga di antara lima insentif pajak yg tidak diberikan untuk seluruh sektor, hanya sektor yang belum pulih saja yang akan diberikan insentif kembali yaitu
  • PPh Pasal 22 impor

Penerima insentif ini juga wajib menyampaikan laporan realisasi pembebasan PPh Pasal 22 impor setiap bulannya.

 

Syarat khusus bagi perusahaan yang bisa mengajukan insentif pph 22 impor adalah

  • Memilliki kode klasifikasi lapangan usaha (KLU)
  • Telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE
  • Telah mendapatkan izin penyelenggaraan kawasan berikat, izin pengusaha kawasan berikat atau izin PDKB.

 

  • Pengurangan angsuran PPh pasal 25

Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50 persen dari angsuran yang seharusnya terutang.

Sebelumnya fasilitas hanya tersedia bagi 1.013 bidang industri dan perisahaan KITE. Penerima insentif ini juga wajib menyampaikan laporan realisasi pengurangan angsuran PPh Pasal 25 setiap bulannya.

 

  • Penerapan pengembalian atau restitusi PPN.

Pengusaha kena pajak (PKP) berisiko rendah yang bergerak di salah satu dari 725 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif restitusi dipercepat hingga jumlah lebih bayar paling banyak Rp 5 miliar.

Kriteria sektor yang mendapat ketiga insentif tersebut :

  • sektor yang terdampak sangat dalam oleh pandemi pada 2020 sampai sekarang
  • sektor yang pemulihannya memiliki dampak besar kepada masyarakat.
  • sektor berdampak sangat besar pada perekonomian dan tenaga kerjanya juga sangat besar

Sektor tersebut diantaranya :  jasa pendidikan, jasa kesehatan, sektor angkutan darat, air, dan udara, penyediaan akomodasi, serta sektor konstruksi.

  1. Dua insentif pajak lainnya yang akan diberikan kepada semua sektor yaitu
  • PPh pasal 21 untuk karyawan

Insentif PPh pasal 21 untuk karyawan ini hanya untuk karyawan dengan penghasilan bruto di bawah Rp 200 juta per tahun sesuai klasifikasi

  • PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah

UMKM akan mendapat insentif PPh final tarif 0,5 persen yang ditanggung pemerintah, sehingga para pelaku UMKM ini tak perlu lagi menyetor pajak selama masa insentif berlangsung.